skip to main |
skip to sidebar
12:10 AM
amirul

HILVERSUM - Rencana kedatangan Giovani van
Bronckhorst ke Indonesia membuat pemerintah Republik Maluku Selatan di
Belanda kebakaran jenggot. Mereka berharap mantan kapten De Oranje ini
batal ke Indonesia.
Seperti dilaporkan Radio Nederland Wereldomroep,
Jumat (11/3/2011), RMS menuding, niat mendatangkan Van Bronckhorst
bersama 20an pesepakbola muda keturunan Maluku tidak murni kepentingan
olahraga. Pemerintah Indonesia, menurut mereka, mencoba melakukan
propaganda politik dengan agenda tersebut.
Alasannya, tur itu merupakan inisiatif dari staf ahli presiden.
Disebutkan juga, aroma propaganda sangat kental karena tema acara
tersebut bertajuk ‘Indonesia Tanah Air Beta.’
“Ada upaya untuk membangun keyakinan warga Maluku di Maluku, Belanda
dan di mana saja, bahwa para pemain muda itu memandang Indonesia
sebagai tanah airnya, dan bukan Maluku. Padahal yang tepat adalah:
Maluku Tanah Air Beta,” demikian pernyataan RMS yang dikutip RNW.
Selain itu, RMS juga mempermasalahkan nama tim Jong Indonesia, bukan
Jong Maluku. “Dengan memilih tema Indonesia Tanah Air Beta dan Jong
Indonesia, jelas sekali memperlihatkan keinginan untuk meyakinkan warga
Maluku, bahwa pesepak bola berdarah Maluku telah membuat pilihan
politik, yaitu memilih Indonesia dan bukan RMS. Tuduh pemerintah RMS di
pengasingan,” kutip RNW.
Seiring dengan wacana naturalisasi sejumlah pemain sepakbola, tahun
lalu, Presiden SBY mengagendakan pertemuan dengan para pemain
keturunan, dalam kunjungannya ke Belanda. Namun, SBY batal ke negeri
Kincir Angin itu karena bertepatan dengan pengadilan di Den Hag terkait
tuntutan RMS agar pemerintah Belanda menangkap SBY, dengan isu
pelanggaran HAM.
Saat rencana itu beredar, RMS pun jauh-jauh hari mengingatkan kepada
para pemain keturunan untuk tidak menemui SBY. Ketika itu, salah satu
pemain yang menegaskan tidak akan memenuhi undangan adalah Deni
Landzaat, pemain veteran Twente yang pernah bermain di Timnas Belanda.
Menurut kabar, pemain keturunan Maluku ini mengatakan tidak akan minum
teh bersama orang yang menindas kaumnya (Maluku).
Gio sendiri selama ini tak ubah seperti ikon RMS. Setiap dia bermain,
bendera RMS selalu berkibar di bangku penonton.Tapi dalam suratnya, RMS
juga menegaskan akan menghormati pemain yang mengakhiri kariernya di
Feyenoord Rotterdam pada 2010 ini memutuskan untuk datang ke Indonesia.
Hanya mereka berpesan agar saat bersalaman dengan Presiden, dia tetap
mengingat bahwa presiden inilah yang menekan warga Maluku di Maluku.
Gio juga diharapkan untuk menyampaikan permintaan kepada SBY untuk
membebaskan pendukung RMS yang masih jadi tahanan politik dan tidak
menangkapi mereka. Tapi apakah Gio akan datang ke Indonesia, belum
pasti. Setidaknya media di Belanda belum satu pun yang memberitakan
rencana tersebut.
(fit)
sumber:bola.okezone.com
0 comments:
Post a Comment